AKU
Aku tidak tau, sejak kapan kamu tidak mencitaiku. tapi cintaku padmu pun mulai pudar, saat kamu bertemu diam-diam dengan teman SMA mu itu. ntah apa yang kalian pikirkan, sehingga kalian membuat aku seakan akan bahan lelucon. aku mengerti kenapa handphone mu tidak bisa aku pegang. Saat itu hatiku hancur, tapi kucoba memaafkanmu, karna ku tahu aku pun banyak kekurangan, aku tidak sempurna, aku bukanlah kekasih yang baik.
Tidak pernah terlintas dipikiran ku untuk selingkuh, menurut ku perempuan berselingkuh itu bukanlah perempuan baik-baik. Aku tidak menyalahkan mu sepenuhnya akan hal itu karna perempuan itu pun menggoda mu. Tidak ada pembelaan dari perempuan itu untuk ku, sebagaimana sesama perempuan.
Sungguh teman mu itu adalah wanita jahat. Sudah tau punya masih kekasih masih aja ganjeng. Pernahkah kamu menghitung, berapa kali kamu tidak menjaga perasaan ku sebagaimana aku kekasih mu. Salah kah aku bila aku meminta di special kan? Bahkan disaat sulit pun, kamu tak ada pembelaan untuk ku. Berharap bisa menjadi tempat sandaran ku tapi kadang malah merasa aku di pojokkan.
Aku tidak pernah melarang mu, berteman sama siapapun. tapi kadang kamu tidak memperdulikan perkataan ku. Baiklah, mungkin ini semua salah ku. Akan ku perbaiki semuanya. Aku janji aku akan lebih baik, aku akan turut apa katamu.
Selalu ku coba menunjukkan yang terbaik, selalu berusaha dengan baik. Namun tetap rasa itu sudah pudar, tidak seperti yang dulu. Ku coba bertahan walau aku tidak bahagia. Bertahan dengan ketidak bahagian apakah itu cinta? Ku pikir tidak.
Ku beranikan diriku untuk mengatakan break, mungkin kamu senang karan itulah yang kamu ingin kan dari dulu. Kamu menjanjikan banyak harapan untuk ku, kamu bilang kita tetapa sama walau sudah tidak pacaran, kamu bilang kita hanya saling intropeksi diri aja. Aku senang, karna aku pikir aku tidak akan kehilangan kamu. Awalnya kmau masih tetap sama, masih menelepon ku, masih membantuku dan masih memperhatikan ku. dan sebulan dua bulan tiga bulan dan sampai sekarang kamu tidak ada kabar. aku telepon tidak kamu angkat, aku sms tidak balas. Aku sangat membutuhkan mu, aku tidak tahu harus mencari mu kemana. Aku sendiri, aku kesepian. 3 tahun terakhir ini aku bersamamu, aku tidak punya apa-apa, hanya kamu yang ku punya. Pernah kamu berpikir akan kesendirian ku, aku tersiksa, aku menderita tanpa mu.
Awalnya, aku tersiksa. Sulit melwati hari-hari tanpamu.Dan aku tidak boleh terus-terusan terpuruk.
Aku harus harus semangat, aku harus berjuang. Aku tidak butuh bahu siapapun untuk tempat ku bersandar, yang ku butuhkan hanya tanah untuk tempat ku berpijak. Yah,,, seperti yang pernah kamu katakan, aku harus menjadi pribadi yang tangguh. Mungkin kita di takdir kan tidak berjodoh, dan aku yakin pertemuan dan hubungan selama 3 tahun itu bukan lah suatu kebetulan, melainkan kebenaran. Dari situlah kita banyak belajar, bagaiamana cara mencintai dan di cintai.
Lama tidak ada kabar, lama tidak berjumpa. kalau kita ketemu aku mau jadi teman mu. sebagaimana teman lama. heiiii kekasih ku yang dulu, apa kabar mu? kenapa kamu menghilang begitu saja? tidak pernah kamu memikirkan ku sedikitpun? Kamu bukan lah yang peragu atau pecundang yang hilang dari hadapan musuh. Kamu laki-laki baik, kamu laki-laki sejati, kamu tidak suka bersembunyi dari cahaya,,,, tapi kenapa kamu tidak pernah datang padaku, untuk mengatakan "selamat tinggal".